Jika Negeri Para Mullah itu tidak menerima jaminan ekonomi yang cukup dari Eropa, maka Iran mengancam akan menarik diri dari pakta itu, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Berbicara di radio Perancis sebelum tiba di ibu kota Austria, Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan, kekuatan dunia akan berjuang untuk segera menyusun paket ekonomi.
Pertemuan kali ini tidak dihadiri oleh Sekretaris Negara untuk Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, Boris Johnson.
Ini adalah pertemuan kedua setelah Amerika Serikat (AS) keluar secara sepihak dari JCPOA.
Kono mengatakan Tokyo mendukung kesepakatan nuklir untuk memecahkan masalah nuklir Iran dan mendukung pelestariannya.
Beberapa hari terakhir, Presiden Iran, Hassan Rouhani dan beberapa komandan militer senior Iran mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari negara-negara Teluk jika Washington mencoba untuk memotong ekspor Teheran.
Jika Iran tidak akan dapat mengekspor minyaknya, maka tidak ada satupun negara di wilayah Teluk Persia juga dapat melakukannya.
Administrasi Trump yang keluar dari perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Eropa dan negara-negara lain yang berbisnis dengan Iran.
Iran dapat mengganggu ekspor regional jika minyaknya berhenti diimpor setelah Presiden AS Donald Trump pada Mei keluar dari kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan kekuatan dunia dan Uni Eropa.
Rouhani mengatakan bahwa penting bagi pemerintah Austria untuk mendukung kegiatan perusahaannya di Iran.