Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur, Sabtu (3/2). Sejumlah orang diamankan dalam OTT itu.
Jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) marak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah calon kepala daerah.
Peristiwa penyegelan ruang kantor orang nomor satu di lantai dua Pemkab Hulu Sungai Tengah itu terjadi pada Kamis (4/1) sekitar pukul 10.30 Wita.
Salah satu yang diamankan adalah Bupati Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan (Kalsel), berinisial AL. AL ditangkap tengah bertransaksi suap.
Ditegaskan Agus, OTT itu murni atas laporan masyarakat yang masuk ke KPK.
Dari 72 orang tersangka, kata Basaria, terdiri dari beragam latar belakang. Mulai dari aparat penegak hukum, anggota legislatif hingga kepala daerah.
Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan data jumlah nelayan beserta alamat dan alat tangkap ikan yang diterimanya.
Mereka tiba di kantor KPK sekitar pukul 14.10 WIB. Namun, keempatnya memilih bungkam saat dikonfirmasi sejumlah pertanyaan oleh awak media.
Ada sekitar tiga orang yang diamankan di Jakarta. Informasi yang dihimpun, sudah empat orang digelandang dan menjalani pemeriksaan.
Sedikitnya sekitar 10 orang yang sudah diamankan oleh tim satgas KPK dalam OTT di Jambi dan Jakarta yang diduga suap pembahasan dan penyusunan APBD.