Presiden Jokowi mengatakan, pelaku pengeboman sudah keterlaluan karena menyebabkan banyak korban.
Pada tragedi tersebut, tiga polisi itu meninggal dunia ketika mengawal pawai obor jelang Ramadan.
Dijelaskan Cak Imin, rakyat Indonesia tidak pernah gentar dengan terorisme karena terbukti menang menghadapi terorisme.
Kepada keluarga korban, Teten sempat menyampaikan duka cita. Empati dan belasungkawa juga disampaikan Teten terhadap sejumlah korban asal Polri.
Lima korban merupakan anggota Polri. Satu anggota meninggal dunia. Empat lainnya mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Pasca ledakan bom, polisi langsung melakukan sejumlah kegiatan. Di antaranya melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyisiran oleh tim Gegana dan Brimob.
Kondisi tiga pasien laki-laki itu, kata Sari, dalam keadaan sadar dan tengah ditangani secara intensif.
Di halte koridor 5 arah Kampung Melayu terpaksa harus mengakhiri perjalanan di Halte Slamet Riyadi.
Sedangkan korban sipil mulai dari supir hingga seorang mahasiwa berjumlah 5 orang. Mereka juga sudah dilarikan ke rumah sakit. Ledakan bom sendiri diduga terjadi disekitaran parkiran dan toilet.
Wakapolri Komjen Syafruddin menyatakan ledakan yang terjadi di sekitaran Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur Rabu (24/5/2017) malam adalah bom bunuh diri.