Presiden Iran menolak retorika anti-nuklir Amerika, dengan mengatakan Amerika Serikat satu-satunya negara yang pernah menggunakan bom atom.
Ketiga pemimpin tersebut mengatakan, mereka prihatin dengan program rudal balistik Iran dan mereka siap untuk mengambil tindakan lebih tepat untuk menangani masalah ini.
Amerika Serikat tidak akan mengesahkan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir 2015 .
Keiginan itu terjadi di tengah bentrok dengan Korea Utara, dan keinginan melakukan decertify kesepakatan internasional seputar program nuklir Iran.
Jendral senior Iran menyebut Presiden Amerika Serikat mirip dengan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi
Teheran mematuhi komitmennya di bawah JCPOA, mendesak pihak lain untuk menghormati kewajiban mereka juga.
Perdana Menteri Inggris Theresa May menegaskan kembali komitmen Inggris terhadap kesepakatan nuklir Iran 2015
Semua opsi di atas meja jika Presiden Donald Trump menganggap Garda Revolusi elitnya (IRGC) sebagai organisasi teroris
Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melanggar kesepakatan nuklir dengan Iran
China mengatakan pihaknya berharap kesepakatan nuklir Iran akan tetap utuh, memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian