Moskow akan terus mengembangkan senjata baru, menyusul kematian lima ilmuwan nuklir Rusia dalam ledakan pekan lalu.
Amerika Serikat meminta China dan Rusia untuk menghentikan bisnis dengan pemerintah di Caracas.
Tuduhan mengatakan bagian senjata api diselundupkan nasional Rusia dalam kemasan untuk barang-barang lainnya
Pakta bilateral itu sudah memberi negara-negara lain, yaitu China kebebasan untuk mengembangkan rudal jarak jauh mereka sendiri.
Moskow dengan sangat terpaksa akan mulai mengembangkan rudal jarak pendek dan menengah yang beerbasis nuklir, jika Washington mulai mengembangkan senjata.
Tujuan sebenarnya Washington menjatuhkan batas pada dirinya sendiri dan mencari keuntungan militer dan strategis sepihak.
Pekan lalu, Lockheed-Martin, perusahaan AS yang mengawasi produksi F-35, mengatakan keterlibatan perusahaan-perusahaan Turki akan berakhir sepenuhnya pada Maret 2020.
Washington keluar dari perjanjian itu terjadi tak lama setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan perannya dalam meracuni mantan mata-mata di Inggris pada tahun 2018.
NATO juga menyalahkan Rusia atas runtuhnya perjanjian itu dan berjanji untuk menanggapinya dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab atas penyebaran rudal jelajah Moskow.