Tujuan penetapan ini untuk mendorong sektor penerbangan nasional yang sempat terpuruk saat pandemi COVID-19.
Kolaborasi kedua perusahaan itu antara lain untuk kecerdasan buatan dan mahadata.
Langkah tersebut mengikuti tren produsen-produsen mobil dari luar China yang mulai melakukan hal serupa, mengingat tingginya kompetisi pasar otomotif di negeri tirai bambu itu.
Potensi kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak meliputi rekrutmen lulusan, kesempatan magang, up skilling, joint research, dan lain sebagainya.
Kita mendapatkan penjelasan dari mitra kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Pariwisata, Transportasi dan juga infrastruktur bahwa mereka sudah mulai pulih kembali setelah pandemi Covid-19.
Hal itu telah didalami penyidik KPK saat memeriksa empat saksi.
Partai pro-Tiongkok Menang Telak dalam Pemilu Maladewa, Menjauh dari India
Banjir Besar Diperkirakan akan Melanda Guangdong China, Jutaan Orang Terancam
Kendaraan Listrik China Diejek Elon Musk, Penjualan Tesla Justru Menurun