Komisi VI DPR RI mengapresiasi kesiapan PT Pertamina sebagai perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang energi dalam menghadapi mudik Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1445 H.
Salah satunya adalah meminta Pertamina untuk memastikan stok BBM dan LPG tetap aman dalam menghadapi lonjakan permintaan selama masa mudik Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1445 H.
Pertamina dan BPH Migas harus menindak tegas SPBU nakal tersebut. SPBU pengoplos itu jangan sekedar disegel atau diberikan peringatan tapi perlu tindakan yang punya efek jera.
Jika pasien merasa tidak kuat, maka lebih baik dibatalkan atau tidak berpuasa.
Kita harus makin percaya diri dengan kekuatan migas nasional kita. Terbukti, BUMN Migas nasional yakni Pertamina makin memperlihatkan geliat yang menarik.
Komisi VII DPR RI mendesak PHE untuk bekerja maksimal meningkatkan lifting migas dalam rangka mendukung target produksi minyak bumi nasional sebesar 1 juta barel per hari (BPOD) dan 12 miliar standar kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.
Memang yang perlu diantisipasi adalah daerah seperti Jawa dan kota-kota besar di luar Jawa. Termasuk Sulawesi Selatan dan Bali yang juga merupakan titik-titik rawan.
Pembatasan sudah sejak lama diterapkan bertahap oleh Pertamina melalui sistem myPertamina namun revisi Perpres 191 Tahun 2014 terkait distribusi Pertalite ini belum muncul.
Banyaknya Pertashop yang tutup di sejumlah daerah padahal Pertashop dapat membantu distribusi BBM kepada masyarakat hingga daerah tertinggal terluar dan terpencil (3T).