British Airways, yang dimiliki oleh IAG yang terdaftar di Spanyol, mengatakan penerbangan terakhirnya dari London ke Teheran akan terbang pada 22 September, dan kembalinya terakhir dari ibu kota Iran keesokan harinya.
Sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran tidak bisa memengaruhi perusahaan-perusahaan Eropa yang ada di Teheran.
Beberapa hari sebelumnya, aksi protes yang muncul di kota Isfahan menyebar ke kota-kota lainnya, seperti Meshed, Shiraz dan Teheran
Javad Zarif menegaskan ancaman, sanksi dan aksi gombal AS tidak akan berhasil melunakkan Teheran.
Tak ada kemungkinan perang antara Washington dan Teheran, sebab peperangan antara kedua negara akan menyebar ke seluruh dunia.
Sekutu Gedung Putih akan mendung Presiden Donald Trump untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran usai keluar dari kesepakatan nuklir Iran.
Rusia masih mendukung perjanjian nuklir karena melakukan bisnis dengan rezim di Teheran, sehingga perjanjian itu untuk kepentingan Moskow.
Zanganeh menyebut ketegangan antara Teheran dan Washington sebagai "perang dagang". Meski begitu, ia meyakinkan bahwa Iran tidak akan patah arang memproduksi minyak untuk diekspor.
Beberapa hari terakhir, Presiden Iran, Hassan Rouhani dan beberapa komandan militer senior Iran mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari negara-negara Teluk jika Washington mencoba untuk memotong ekspor Teheran.
Wakil Presiden pertama Iran, Eshaq Jahangiri, juga memperingatkan produsen saingan OPEC, Arab Saudi tidak akan memiliki tempat di Teheran, pasar minyak internasional.