KIB patut segera mengumumkan capres yang bakal didukung pada Pilpres 2024. Hal itu mempertimbangkan waktu yang tersedia bagi sosialisasi dan kampanye capres.
Masyarakat berhak mengetahui berbagai proyeksi untuk tahun 2023 untuk kemudian mengantisipasi semua perencanaan demi kesuksesan agenda pemilu 2024.
Popularitas tidak lantas menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan calon pemimpin bangsa.
Dalam sistem Proporsional terbuka seperti sekarang, sistem ini memberi hak kepada masyarakat untuk menentukan siapa yang masyarakat inginkan untuk menjadi wakilnya di parlemen, ini juga menjadi alat untuk masyarakat menilai atapun menghukum bilamana ada wakil-wakilnya yang tidak bekerja dengan baik.
Dorong Pemilu Demokratis tanpa Terbawa liberalisasi.
KPU tidak punya hak (apalagi otomatis) menjalankan putusan MK, atau dipakai menyusun Peraturan KPU (PKPU) untuk menentukan sistem pemilu. Sistem pemilu yang digunakan, sekali lagi, menjadi kewenangan pembentuk undang-undang.
Partai Golkar masih konsisten dalam mengusung Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebagai capres di Pilpres 2024.
Melihat kredibilitas Mas Ismail Fahmi selama ini, rasanya apa yang disampaikan valid semuanya. Mas Ismail Fahmi setelah kuliah di Belanda dan kembali mengabdi untuk Indonesia. Hal yang sama dialami Erick Thohir, setelah melihat kemajuan bangsa lain, dia dipanggil pulang oleh Presiden Jokowi dan mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara.
Berpotensi Ditikung Anies, Prabowo Disarankan Segera Ikat Cak Imin
Target 20 persen perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2024 memungkinkan untuk dicapai dan itu realistis meski tidak mudah.