Iran sendiri telah menjadi korban serangan kimia Saddam Hussein pada 1980-an.
Rejim Assad mengambil posisi waspada pada kemungkinan serangan Ameria Serikat menyusul serangan kimia di Ghouta Timur.
Rudal-rudal itu ditujukan ke Riyadh dan dua kota selatan. Satu drone bersenjata menargetkan bandara Abha dan pesawat tak berawak kedua menuju ke lingkungan sipil di Jazan.
Pemerintah Assad dan Rusia sama-sama membantah penggunaan senjata kimia sebagai "fabrikasi".
Sangat disayangkan, Arab Saudi dan sekutu-sekutunya selalu menolak solusi politik dan mengharapkan kemenangan dalam konflik militer.
Serangan itu merusak provider layanan internet, dan memotong akses untuk para pelanggan.
Menurut Rusia sulit untuk percaya bahwa koalisi yang kuat itu tak dapat mengatasi teror di sana.
Iran bersikeras pada kebijakan yang dipegang lama Iran bahwa krisis Suriah tidak dapat diselesaikan secara militer.
Tujuan mantan presiden Iran adalah untuk menunjukkan bahwa sistem peradilan Iran yang dipimpin oleh Sadeq Larijani tidak independen, dan sebagian besar bermotif politik.
Ketiganya akan membahas soal konflik Suriah yang sudah berlangsung selama tujuh tahun terakhir.