Macron mengunjungi zona ledakan tepi pelabuhan Beirut, yang sekarang menjadi gurun reruntuhan yang menghitam, puing-puing, dan puing-puing hangus tempat kawah selebar 140 meter telah terisi air laut.
Agar tidak terulang, dan yang bertanggung jawab ataupun terlibat dikenai sanksi hukum yang keras
300.000 warga Lebanon telah menjadi tunawisma setelah ledakan besar yang terjadi di pelabuhan Beirut.
Ledakan itu, begitu dahsyat hingga bisa dirasakan lebih dari 150 mil jauhnya di Siprus, mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut.
Dia menyebut peristiwa yang menewaskan 135 orang dan 5.000 lainnya terluka itu sebagai pertunjukan kembang api spektakuler.
Gambar yang diambil BlackSky menunjukkan kerusakan parah di pelabuhan. Beberapa gudang rata dengan tanah
Ledakan yang terjadi pada Selasa (6/8) sore itu menyebabkan rumah sakit kewalahan. Sementara itu masih banyak korban terjebak di bawah puing-puing bangunan.
Ledakan pada Selasa (4/8) sore mengirimkan gelombang kejut ke seluruh kota, dan menyebabkan kerusakan luas hingga pinggiran Kota Beirut.
Bahan kimia itu juga kerap digunakan oleh para teroris saat beraksi, antara lain Bom Oklahoma 1995, Bom Bali 2020, dan teroris kanan-jauh Norwegia Anders Behring Breivik dalam penembakan dan serangan bom 2011 silam.
Perdana Menteri Lebanon menyebutkan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di Pelabuhan Beirut dan meledak pada (4/8/2020).