Turki mengatakan kepada pejabat AS bahwa mereka memiliki rekaman yang membuktikan pembunuhan jurnalis Saudi di Konsulat Istanbul.
Hatice Cengiz, nama tunangan Khashoggi, menulis permintaan tersebut di dalam kolom opini di surat kabar The Washington Post pada Rabu (10/10).
Senator dari Partai Republik mengatakan hubungan AS-Saudi akan rusak jika Saudi terbukti membunuh seorang jurnalis yang hilang sejak pekan lalu.
Khashoggi, jurnalis dan kolumnis untuk The Washington Post, telah hilang sejak memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Namannya mulai mencuat setelah meliput peristiwa Afghanistan, Aljazair, Kuwait dan Timur Tengah pada 1990-an.
Mayat perempuan berusia 30 tahun itu ditemukan di sebuah taman di Ruse pada Sabtu (6/10). Mereka mengidentifikasi Marinova dari inisialnya.
Suu Kyi yang dulu pernah menerima Nobel Perdamaian dari PBB memegang kunci pembebasan atas kedua jurnalis malang tersebut.
Kedua jurnalis itu divonis penjara tujuh tahun karena melanggar undang-undang rahasia negara selama meliput pembantaian minoritas Rohing yang tidak memiliki kewarganegaraan.
Kedua wartawan itu membantah meminta dokumen-dokumen itu. Namun Keduanya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dua pekan lalu.
Presenter ternama tersebut akan ditanyai tentang kemungkinan ia terlibat pada aksi perampokan, yang terjadi pada 2017 lalu di Kota Lasne, Brussels.