Dewa yang saat ini memiliki lahan seluas hektar mampu menghasilkan 60 ton sebulan bahkan bisa melakukan ekspor ke Singapura hingga 10 ton perbulan.
Sektor pertanian selama pemerintahan Jokowi-JK tidak hanya berhasil mendongkrak produksi dan kesejahteraan petani, tetapi juga pendapatan negara melalui kinerja ekspor yang semakin meningkat
Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dan berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM di Indonesia
Menurut Ismail, sudah banyak importir yang melaksanakan kewajiban tersebut bahkan sudah lunas tanam per 31 Desember 2018.
Tujuan pemberian bibit unggul itu, lanjut Amran, juga sebagai langkah untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah yang dulu pernah jaya pada 1602 silam.
Amran juga melepas bantuan ke petani Cianjur sebanyak 58 truk yang terdiri dari benih padi, jagung pakan, jagung manis, kedelai, bawang putih, kangkung dan cabai rawit, bibit manggis, alpukat, kopi, bibit ayam (DOC) plus kandang, obat-obatan dan pakan, bantuan juga anak ayam serta kambing
Jumlah ayam itu merupakan jumlah terbesar yang pernah dibagikan Menteri Amran selama kunjungan ke daerah-daerah di seluruh wilayah tanah air. Hal itu sebagai bentuk kecintaan Mentan kepada masyarakat Cianjur.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Perkebunan membuat program BUM 500 (Benih Unggul 500 Juta) dalam enam tahun ke depan dimulai 2019 hingga 2024 mendatang. Program itu untuk membuat logistik benih, menyediakan dan mendistribusikannya.
Kebijakan pemerintah ini bertujuan untuk menjamin mutu dan keamanan pakan, dalam rangka melindungi konsumen dari kerugian akibat pakan yang dihasilkan bermutu rendah.
Dengan adanya korporasi dari petani, menurut Kadis, akan mengangkat teh dihilirnya sehingga teh yang dihasilkan akan memiliki daya saing dan nilai jual yang tinggi. Tentu hal itu akan menambah pendapatan para petani.