Sumber-sumber lokal mengklaim bahwa serangan itu menargetkan gudang senjata pasukan Iran di Aleppo.
Uni Eropa bereaksi tetapi "beberapa negara Arab" tidak berani menyerukan suara mereka karena takut dengan AS dan Israel.
Israel melepaskan serangan udara pada Senin di Jalur Gaza menyusul tembakan roket dari daerah kantong yang melukai tujuh warga Israel di utara Tel Aviv.
Israel sejak lama melobi AS untuk mengakui klaimnya atas Dataran Tinggi Golan, tetapi semua pemerintahan sebelumnya mengabaikan permintaan itu.
Hanya berselang beberapa jam setelah insiden pada Senin itu, Israel mulai menyerang sasaran Hamas di Gaza, kata militer Israel.
Gencatan senjata yang dilaporkan itu terjadi tak lama setelah beberapa roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel pada Senin malam.
Keputusan terbaru ini menjadi jawaban atas kalimat bernada provokativ yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bahwa Dataran Tinggi Golan masuk wilayah teritorial Israel.
Serangan roket itu menghancurkan sebuah rumah tempat tinggal di komunitas Mishmeret, utara kota Kfar Saba, melukai enam anggota keluarga.
Netanyahu saat ini berada di Washington dan mengatakan dia akan kembali ke rumah setelah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump Senin malam
Polisi dan petugas medis mengatakan sebuah rumah tersambar roket terbakar, dan enam orang terluka.