Indonesia sudah memasuki tahun politik yang seharusnya dijadikan upaya mematangkan demokrasi dan memperkokoh persatuan bangsa
Selain menambah beban APBN, anggaran untuk pilkada Gubernur juga sangat tinggi dan yang paling parah adalah penggunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi terkait dengan oligarki politik, menjadi raja kecil yang merusak tatanan demokrasi
Peringatan Hari Pers harus menjadi momentum untuk semakin meningkatkan peran pers sebagai piranti demokrasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kekuasaan yang terlalu lama memegang kendali pemerintahan, menyebabkan terjadinya otoritarian.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan sikap partai yang menolak sistem pemilu tertutup. Bahwa Golkar berkomitmen untuk menjaga demokrasi dan reformasi.
Parpol Bukan Sekedar Mobil Rental untuk Kursi Kekuasaan
Dengan mempertahankan Pasal 168 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 sebagai wujud ikut menjaga kemajuan demokrasi Indonesia.
Delapan partai politik menggelar konsolidasi terkait pernyataan sikap menolak sistem pemilu proporsional tertutup merupakan teladan bagi demokrasi.
Politikus adalah orang yang sudah selesai pada dirinya sendiri, tidak mencari kepuasan sendiri atau golongan.
Sistem Proporsional Tertutup Kemunduran Demokrasi