Anggaran tersebut akan diarahkan untuk melanjutkan penanganan pandemi, reformasi sistem kesehatan, percepatan penurunan stunting, serta kesinambungan program JKN.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai sejauh ini sektor BUMN masih menjadi faktor pendorong utama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.
Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah terus melakukan perluasan akses pasar (ekspansi) produk-produk dalam negeri.
Presiden RI Jokowi menyampaikan, meskipun saat ini negara sedang berkonsentrasi dalam menangani permasalahan kesehatan, tetapi perhatian terhadap agenda-agenda besar menuju Indonesia Maju tidak berkurang sedikit pun.
Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah satu suara mensolidkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan terkait penanganan pandemi Covid-19.
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, seluruh masyarakat merasakan dampak yang sangat merugikan. Dimana, hampir seluruh aktivitas masyarakat berhenti dan berdampak pada menurunnya derajat kesejahteraan.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, dalam rangka Kemerdekaan Indonesia ke-76 ini, masyarakat harus tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan.
Rencana infrastruktur nasional senilai 100 triliun rupee ($ 1,35 triliun) yang disebut “Gati Shakti” untuk meningkatkan manufaktur dan lapangan kerja akan diluncurkan, katanya.
DPR RI akan mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian kesehatan untuk mengubah standar harga tes swab PCR di Indonesia.