BEM SI berunjuk rasa menyampaikan kekecewaan terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.
Juru bicara Trump Kellyanne Conway bulan lalu memberitahu saluran radio Amerika Serikat bahwa pemindahan kedutaan itu adalah "prioritas paling besar" bagi presiden terpilih.
UNRWA mengatakan puluhan ribu warga Palestina yang melarikan diri ke Lebanon dan Yordania juga membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Pelanggaran tersebut harus segera ditindak tegas oleh pemerintah. Tentu saja tidak hanya melakukan tindakan deportasi. Lebih dari itu, harus dilakukan tindakan pro justisia, yang diharapkan dengan cara itu akan ada efek jera.
Laskar Santri Nusantara mengimbau supaya umat Islam Indonesia memboikot produk-produk AS dan Israel
Netanyahu secara pribadi menunjukkan kemarahannya dan menyatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Barack Obama bersekongkol dengan Palestina untuk mendukung resolusi tersebut.
Israel akan agar aliran dana 30 juta shekel (sekitar Rp105 miliar) dihentikan bagi lima badan PBB.
Resolusi ini menuntut Israel segera dan secara menyeluruh menghentikan pembangunan permukiman di wilayah Palestina.
Situasi ini berpotensi memunculkan aksi balasan dari Hamas.
Tidak kali ini saja, Benjamin menolak usulan konferensi itu. Namun Prancis telah berupaya meyakinkan Netanyahu untuk melakukan pertemuan dengan Abbas di Paris.