Andi Amran Sulaiman meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) harus mampu membangunkan atau mengoptimalkan lahan pertanian dan kebun percobaan sehingga menjadi contoh dalam membangun pertanian 4.0.
Guna memudahkan pengelolaan alsintan oleh petani, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya kini menggencarkan program pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM).
Amran dapat dikategorikan sebagai sosok yang cukup memahami pembangunan pertanian nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman menegaskan bantuan excavator yang diberikan Kementan untuk mengoptimasi lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), harus digunakan secara berkelompok seperti brigade.
Mentan berharap teknologi ini bisa diadopsi oleh petani dan produksi jagung dalam negeri akan semakin tinggi, bahkan mampu ekspor ke negara lainnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman hari ini (25/5) meninjau langsung dua lokasi lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel yang termasuk dalam program Serasi.
Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) lakukan pengetatan pengawasan terhadap lalu lintas produk pertanian antar Jawa - Sumatera.
Amran sudah merasa bahwa saat ini produksi jagung nasional telah surplus.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengharapkan Presiden RI Terpilih Joko Widodo tidak mengendorkan kinerja pemerintah di sektor pertanian pada periode 2019-2024.
Pertanian adalah sektor prioritas dan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.