Selain Tuti Tursilawati, sebanyak 13 Pekerja Buruh Migran Indonesia (PMI) masih menunggu eksekusi mati di Arab Saudi. Pemerintahan Indonesia diminta untuk bersikap.
Komisi I DPR mengecam pemerintah Arab Saudi terkait eksekusi mati Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tuti Tursilawati. Sebab, eksekusi mati tersebut tanpa ada pemeritahuan kepada pemerintahan Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri memprotes keras eksekusi hukuman mati yang menimpa Tuty Tursilawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi pada Senin (29/10) lalu.
Tak semata soal gaji, MY, yang merupakan salah satu demonstran menyebut sebagian massa juga menuntut dipulangkan ke Tanah Air. Sebab kontrak kerja sudah selesai sejak empat bulan lalu.
Bencana gempa dan tsunami yang baru-baru ini melanda wilayah Sulawesi Tengah menyisakan luka mendalam untuk tanah air. Jutaan simpati dan bantuan pun terus berdatangan untuk para korban
Padahal perempuan yang berangkat melalui PT Alzubara Manpower Indonesia tersebut, sudah habis kontrak kerjanya sejak tujuh tahun lalu.
Keberadaan Faijah, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Banten yang tak diketahui keberadaannya di Arab Saudi, perlahan-lahan mulai terkuak.
Perempuan tersebut sudah sepuluh tahun bekerja di Thaif, Arab Saudi, namun hingga detik ini belum kunjung pulang ke Tanah Air.
Nendah akhirnya menghubungi Suryana pada Selasa (25/9) kemarin, setelah diberitakan oleh Jurnas.com sehari sebelumnya.
Gyina bukan ditinggal mati ibunya. Bukan pula karena kedua orang tuanya bercerai sehingga dia tidak mengetahui keberadaan sang ibu, Euis Suhaeti.