Biarpun badai datang menghadang, namun kita tetap pilih Darma Wijaya.
Bila tak ada 4 Pilar maka tak ada Indonesia seperti yang kita rasakan saat ini.
Ulama terdahulu mengajarkan ketauladanan bagaimana seharusnya kita bersikap kepada bangsa dan negara, yakni mencintai tanah air.
Menjelang pilkada, bisa saja pilihan kita berbeda. Namun perbedaan sikap politik bukan berarti harus menjadi musuh.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita bahwa di dunia pendidikan, internalisasi nilai-nilai Pancasila memang belum dikuatkan oleh undang-undang.
Momentum sekecil apa pun yang ada saat ini harus bisa kita manfaatkan untuk mendorong agar perekonomian kita bisa bergerak, tumbuh kembali dan keluar dari krisis.
Bahkan bila berani jujur pada diri sendiri, dalam satu golongan yang sama pun, masih dapat kita temukan adanya perbedaan.
studi mengungkapkan bahwa tingkat kenikmatan kita saat makan di rumah makan, bergantung pada tingkat kebisingan lingkungan tempat makan kita.
Berfikir positif pada hakikatnya membuka fikiran kita dalam melihat setiap persoalan, melihat segala peluang yang dapat dimanfaatkan, dan melakukan hal-hal terbaik di tengah berbagai kesulitan yang kita hadapi.
Kita harus mengubah setiap narasi kebangsaan itu menjadi perintah bagi setiap diri kita untuk mewujudkan tujuan bersama kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil dan makmur.