Ali enggan merinci mengenai kronologi penangkapan maupun barang bukti yang diamankan dalam OTT tersebut.
Dia mengharapkan bisa terus lulus hingga babak akhir dalam seleksi menjadi hakim agung.
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, pihaknya tidak akan menggunakan istilah operasi tangkap tangan (OTT) dalam penanganan kasus tindak kejahatan korupsi.
Sebab, KPK tidak menyasar oknum-oknum pejabat tinggi negara yang dulu ditangkap. KPK yang dikomandoi Firli Bahuri itu dinilai hanya terlihat ingin bekerja.
Dia bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemberian uang suap itu bertujuan agar Itong mengeluarkan putusan yang menyatakan PT Soyu Giri Primedika dibubarkan dengan nilai aset yang dibagi sejumlah Rp50 miliar.
Itong diduga bakal menerima suap Rp140 juta dari yang dijanjikan sebesar Rp1,3 miliar untuk mengurus perkara.
"Saya engga tahu, engga tahu. Tahu-tahu sudah disini," kata AR kepada wartawan.
Itong terlihat keluar dari mobil penyidik dengan mengenakan batik berwana coklat.
Tak hanya itu, KPK juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang yang berjumlah ratusan juta rupiah