Turki belum melihat titik terang menciptakan "zona aman" di Suriah timur laut, tiga minggu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyarankan langkah itu.
Erdogan telah lama bersikeras bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul empat bulan lalu berasal dari pesanan pejabat tingkat tertinggi pemerintah Saudi.
Recep Tayyip Erdogan itu disampaikan usai menghubungi mitranya dari AS, Donald Trump lewatpanggilan telepon.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki siap untuk mengambil alih keamanan di Manbij Suriah tanpa penundaan
Erdogan mengaku melihat zona keamanan yang direncanakan di Suriah secara positif dan menambahkan jangkauannya dapat diperpanjang lebih lanjut.
Erdogan mengatakan kepada Trump tidak memiliki masalah dengan Kurdi di Suriah dan bahwa Ankara hanya berusaha untuk memerangi kelompok-kelompok bersenjata.
Saat jumpa pers di Turki, Bolton tiba-tiba membatalkannya dan meninggalkan Turki tanpa bertemu Erdogan. Sikap itu merupakan penolakan atas pertikaian tentang para pejuang Kurdi.
Kabar menggembirakan ini datang setelah proyek bernilai US$12 miliar tersebut mengalami dua kali penundaan sebelumnya.
Erdogan mengatakan, umat Islam tidak diberi hak untuk berbicara tentang masalah mereka dan masalah internasional di Dewan Keamanan PBB.
Erdogan mengatakan, Turki lebih fokus pada penarikan pasukan AS yang diumumkan daripada pernyataan presiden Prancis bahwa tentara Prancis akan tetap tinggal.