Rusia mengutuk serangan teroris di bandara Kabul Afghanistan yang menewaskan sedikitnya 90 orang termasuk 13 tentara Amerika Serikat.
Peneliti menemukan salah satu kuburan massal terbesar era pemerintahan Joseph Stalin. Situs yang diyakini berasal dari akhir tahun 1930-an itu ditemukan di tengah pekerjaan eksplorasi perluasan bandara.
Empat negara, masing-masing Rusia, China, Amerika Serikat, dan Pakistan tertarik untuk menjadi penengah dalam menyelesaikan krisis di Afghanistan.
Merkel, dalam kunjungan terakhirnya ke Kyiv, mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa dia memahami keprihatinannya atas proyek Nord Stream 2. Zelensky sendiri menentang proyek pipa gas, yang dinilai mengancam keamanan Ukraina.
Taliban merebut kekuasaan akhir pekan lalu dari pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS), mengirim ribuan orang melarikan diri dan berpotensi menggembar-gemborkan kembalinya kekuasaan militan dan otokratis dua dekade lalu.
Rusia siap menyediakan pesawat sipilnya untuk mengevakuasi warga Afghanistan ke negara lain.
Hingga saat ini belum diketahui apakah ada korban dalam kecelakaan itu. Namun, kantor berita RIA mengutip sumber anonim mengatakan, seluruh kru diyakini tewas di tempat.
Ghani, yang lokasinya tidak diketahui, melarikan diri pada hari Minggu, mengatakan dia ingin mencegah pertumpahan darah.
Pesawat Be-200 jatuh sekitar pukul 15:10 waktu Moskow (13:30 GMT) dan membawa lima prajurit Rusia dan tiga warga negara Turki, kantor berita Rusia melaporkan.
Pengusiran tersebut merupakan balas dendam atas tindakan diskriminatif Inggris terhadap jurnalis Rusia yang bekerja di Inggris.