Korban tewas akibat ledakan besar yang mengguncang ibukota Lebanon, Beirut pada hari Selasa telah mencapai 100 dan lebih banyak korban berada di bawah puing-puing.
Pengadilan Lebanon sudah diberitahu enam kali bahwa amonium nitrat yang disimpan di Pelabuhan Beirut berbahaya dan pejabat bea cukai meminta untuk mengekspornya kembali.
Presiden Ameirka Serikat (AS), Donald Trump menduga ledakan itu sebagai serangan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyatakan belasungkawa setelah ledakan mengerikan di Beirut yang katanya juga telah melukai beberapa personil PBB.
Terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.
Yassine sedang memacu mobilnya di jalanan Kota Beirut, sebelum sebuah ledakan dahsyat mengguncang Beirut pada Selasa (4/8) sore.
Ilmuwan menolak menyebut ledakan besar yang terjadi di Beirut, Turki diakibatkan oleh nuklir, meski ledakan tersebut menyebabkan awan jamur
Sebanyak 2.750 ton amonium nitrat disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa langkah-langkah keamanan.
Netanyahu, yang mengepalai partai sayap kanan Likud, membantah melakukan kesalahan dalam tiga kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya.