Javad Zarif menegaskan ancaman, sanksi dan aksi gombal AS tidak akan berhasil melunakkan Teheran.
Trump optimistis pertemuan AS dan Iran sudah semakin dekat, kendati di satu sisi para pemimpin republik Islam masih bergeming atas tawaran tersebut.
Bahram Qasemi mengatakan, tawaran Trump bertentangan dengan tindakannya, yang ingin menjatuhkan sanksi dan mendesak negara lain berhenti berbisnis dengan Iran.
Wendy Sherman mendesak juga mendesak Trump untuk bergabung kembali dengan negara-negara anggota yang masih dengan setia mendukung JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action, Red).
Beberapa pertanyaan sudah diajukan oleh AS atau negara lain tentang kebijakan Iran, tetapi tidak terkait dengan kesepakatan nuklir Juli 2015.
Trump ingin diskusi Iran-AS sementara ia, menghina PBB, Uni Eropa dan seluruh dunia, dengan keluar dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan dunia (JCPOA).
Washington Post menyebukan, Korea Utara tampaknya membangun satu atau dua misil balistik antarbenua cair baru di fasilitas penelitian besar di pinggiran Pyongyang, mengutip pejabat yang tidak dikenal itu.
PBB percaya rudal balistik jarak pendek dan persenjataan lainnya, dikirim dari Iran ke Yaman setelah embargo senjata diberlakukan pada 2015 silam
Trump mengakui manfaat diplomasi, karena itu ia ingin bertemu dengan siapa saja. Salah satu contohnya, terang pasangasan Melania itu adalah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menuai kritikan, namun berujung manis.
Iran memainkan peran kunci yang sejalan dengan upaya bersama untuk memberantas terorisme di Suriah.