Bila pemerintah mau mengambil sikap seperti itu, saya yakin pemulihan ekonomi tidak akan sampai 3 (tiga) tahun seperti yang diprediksikan
Anggota parlemen memiliki pertanyaan perihal berbagai masalah, termasuk devaluasi mata uang nasional, gejolak di pasar perumahan dan mobil, inflasi, kegagalan pemerintah mendukung bisnis yang terkena dampak virus corona.
Negara ekonomi terkemuka di dunia harus terus bekerja bersama untuk mengurangi dampak dari penutupan global dan untuk mengatasi kemungkinan gelombang kedua virus tersebut.
Tak hanya di bidang kesehatan, sosial atau ekonomi saja. Bidang politik pun perlu dilakukan dengan gaya baru.
Kondisi perekonomian negara imbas pandemi Covid-19 cukup memprihatinkan. Ketidakpuasan terhadap kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama mengatasi dampak pandemi Covid-19 menjadi sorotan.
Anggaran sektor pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) harus diupayakan mampu menggarap wisatawan pasar domestik atau wisatawan nusantara (wisnus).
Pengalihan ini akan membutuhkan waktu, pikiran, energi, dan dana cukup besar yang harusnya difokuskan pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Uni Emirat Arab melaporkan 50.000 kasus baru meningkat setelah salah satu negara ekonomi terbesar di dunia itu sepenuhnya mencabut jam malam
Kesadaran individu perlu ditumbuhkan segera lewat sejumlah kreativitas warga dan pemerintah agar ekonomi rakyat bisa bergerak di masa pandemi Covid-19