Washington mencoba menggunakan ISIS sebagai senjata melawan Suriah, melawan Iran, melawan pasukan lain yang juga menentang As di kawasan itu.
Iran telah menjadi pelopor di garis depan perang melawan terorisme dengan mengusulkan inisiatif menciptakan dunia yang bebas dari kekerasan dan ekstremisme serta menjadi ujung tombak melawan ISIS
Departemen Keuangan AS mengumumkan sudah menciptakan mekanisme kemanusiaan baru untuk memastikan pengiriman makanan dan obat-obatan dapat terus dikirim ke Iran.
Rouhani menekankan bahwa Iran sudah berhasil membalas upaya Washington untuk menargetkan Teheran melalui sanksi ekonomi dan tekanan regional.
Beberapa orang bahkan setelah konfrontasi militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dengan harapan mengubah persamaan regional dan menggambar kembali peta Timur Tengah.
Iran selalu siap mengembangkan kerja sama maritim dengan Azerbaijan di lembah Kaspia sehubungan dengan eksplorasi (sumber daya bawah laut) dan (perlindungan) lingkungan
Rouhani menggambarkan Iran sebagai negara kunci dan berpengaruh di kawasan Timur Tengah.
Penerapan kembali sanksi AS telah mencekik ekonomi Iran, membuat negara itu kesulitan mengakses pasokan medis yang sangat dibutuhkan dan memperburuk tingkat pengangguran yang sebelumnya sudah tinggi.
Beijing sangat mementingkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan ingin terus berkonsultasi dengan Iran dalam hal ini.
Angkatan Bersenjata Republik Islam sudah membuktikan selama 40 tahun terakhir tidak memiliki niat melakukan tindakan agresi terhadap negara lain dan tidak memiliki mata yang serakah terhadap sumber daya dan wilayah tetangga, tetapi akan berdiri teguh melawan segala macam agresi.