Hadi mengatakan pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi menjadi salah satu program prioritas TNI ke depan.
Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan dua orang kasus dugaan ujaran kebencian.
Hingga saat ini, kedua pelaku terduga ujaran kebencian tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri di Mapolda Kalbar.
Masih berstatus prajurit itu juga yang membuat Gatot belum leluasa berbicara soal politik praktis.
Dalam menghadapi tantangan tugas TNI kedepan yang tidak semakin ringan, Panglima TNI menekankan perlunya kebersamaan seluruh prajurit.
Selain itu, Ryamizard mengingatkan kepada Hadi Tjahjanto untuk bekerja lebih keras kedepannya.
Mulai dari ziarah ke makam orang tua dan mertuanya, hingga berangkat Umroh ke Tanah Suci.
Ancaman itu berpotensi dapat berdampak ke Indonesia.
Inilah waktunya bagi Jenderal Gatot untuk menentukan posisinya dan memanfaatkan momentum.
Marsekal Hadi Tjahjanto memuji sepak terjang Jenderal Gatot Nurmantyo selama menjadi Panglima TNI.