Amerika Serikat (AS) mengancam akan menghentikan pembukaan pipa utama, yang berfungsi menghubungkan gas Rusia dengan Eropa Barat, apabila Moskow menginvasi Ukraina.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempertimbangkan sanksi pribadi terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin jika Moskow menginvasi Ukraina.
Pertemuan itu terjadi saat Washington dan sekutu dari Eropa berusaha menopang rencana darurat energi jika Rusia memeras pasokan karena ketegangan dengan Barat terkait Ukraina.
Inggris akan berupaya berkontribusi pada penempatan NATO baru untuk melindungi sekutunya di Eropa jika Rusia menginvasi Ukraina.
Inggris mengatakan petugas intelijen Rusia telah melakukan kontak dengan sejumlah mantan politisi Ukraina sebagai bagian dari rencana invasi.
Amerika Serikat (AS) memerintahkan keluarga semua staf Amerika di Kedutaan Besar AS di Ukraina, untuk meninggalkan negara itu di tengah kekhawatiran serangan dari Rusia.
Departemen Luar Negeri AS juga mengizinkan kepergian sukarela pegawai pemerintah AS dan mengatakan warga AS harus mempertimbangkan untuk segera pergi.
Blokir China datang sebelum pertemuan dewan tertutup baru di Korea Utara, juga diminta oleh Washington, dan diikuti oleh keputusan Rusia untuk menentang proposal AS.
Inggris mulai memasok senjata anti-tank ke Ukraina. Sementara itu Kanada dilaporkan mengerahkan kontingen kecil pasukan khusus ke Kyiv di tengah kekhawatiran kemungkinan invasi oleh Rusia.
Sanksi tersebut menargetkan enam warga Korea Utara, satu orang Rusia dan satu perusahaan Rusia yang menurut Washington bertanggung jawab atas pengadaan barang untuk program tersebut dari Rusia dan China.