Usai memanjatkan syukur kepada Sang Ilahi, pria kelahiran 10 Desember 1954 itu melanjutkan agendanya ke Pondok Pesantren Darul Imtiyaz, Cililin. Di lokasi sudah ada ratusan warga dari berbagai kalangan menanti kehadiran Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut. Meski cukup banyak yang hadir, protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik.
Memuliakan Harkat Martabat Manusia
Membangun hubungan horizontal dan vertikal
NU Berikan Gelar untuk Bunga Karno tahun 1954
Bersama Merawat Indonesia
Kiai, Gus, Lora, dan masyarakat Madura kompak
Pernyataan Jenderal Dudung Perlu Dipahami Utuh
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah, Kiai Cholil Nafis menantang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), untuk membuka data pondok pesantren yang terafiliasi terorisme.
Dari hati yang paling dalam, saya menyampaikan rasa bangga kepada NU yang menjadi bagian penting dalam membangun visi kebangsaan sejak sebelum kemerdekaan hingga sekarang ini.
Gejolak sosial politik berkepanjangan telah menjebak banyak negara Islam terjebak dalam rutinitas konflik horizontal yang menggangu kualitas ekonomi dan kesejahteraan umat Islam dunia, seperti yang terjadi di Afganistan. Saatnya NU mengambil peran strategis sebagai perekat dan menduniakan nilai-nilai Islam washatiyah.