Di masa pandemi ini inovasi dan teknologi menjadi sangat penting karena bisa mempercepat putaran ekonomi nasional.
Momentum Sumpah Pemuda yang pertama kali dicetuskan pada 28 Oktober 1928 harus dimanfaatkan generasi muda Indonesia untuk terus menggaungkan kebhinekaan dan persatuan.
Wahai generasi muda! Generasi milenial, generasi Z, generasi Alpha! Seluruh putra dan putri Indonesia, siapkan diri Anda untuk masuk ke babak baru dunia, yaitu dunia digital.
Di tengah pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, anak-anak muda tetap eksis berkreasi melalui berbagai kanal media sosial.
Hari Sumpah Pemuda harus dimaknai dengan hadirnya ide kreatif, serta inovasi bangsa ini, terutama dari pemudanya untuk berkontribusi menghadirkan terobosan dan kreativitas bagi kepentingan bangsa ke depan.
Semangat restorasi yang bermakna upaya perubahan untuk menjadi lebih baik harus terus didorong dengan nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan gotong-royong seperti yang digaungkan saat Sumpah Pemuda pada 1928.
Anak muda harus kreatif
Massa gabungan dari seluruh elemen bangsa, dalam momen Sumpah Pemuda kali ini mengajak seluruh bangsa untuk kembali bersatu dan merajut kembali Merah Putih.
Resistensi terhadap nasionalisme itu muncul selain akibat faktor kemajuan teknologi internet yang membuat dunia jadi semakin terbuka dan global, juga disebabkan oleh minimnya pemahaman mereka pada sejarah bangsa sendiri.
Posisi Indonesia sebagai presiden G20 akan semakin mengukuhkan peran kita, pemuda intelektual bangsa, untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah dan G20 sendiri.