Pernyataan itu muncul ketika Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke sedang mempertimbangkan apakah akan membatalkan visa petenis nomor 1 dunia itu menjelang Australia Terbuka di tengah kontroversi mengenai pengecualian medis dari persyaratan vaksin COVID-19 negara itu.
Petenis Serbia, Novak Djokovic akhirnya mengakui bahwa dia melanggar aturan Covid-19, dua hari setelah dinyatakan positif virus corona.
Ketika ditanya tentang tes PCR itu, ayah Djokovic, Djorde, memastikan bahwa seluruh proses yang dijalani putranya bersifat publik, dan "semua dokumen sah".
Pasukan Perbatasan Australia menyelidiki dugaan klaim palsu terkait pengakuan petenis Novak Djokovic, tidak melakukan perjalanan 14 hari sebelum tiba di Australia.
Hakim memutuskan untuk membebaskan petenis Novak Djokovic dari penahanan imigrasi, sekaligus mengembalikan visa yang sebelumnya dibatalkan oleh pemerintah Australia.
Pemerintah Australia menolak pengajuan pengadilan dari pengacara Novak Djokovic, yang merinci alasan kliennya belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 hingga saat ini.
Sejumlah pengacara Novak Djokovic mengajukan dokumen kepada pengadilan guna melawan upaya deportasi petenis nomor satu dunia itu dari Australia.
Djokovic diberikan pengecualian medis dari persyaratan vaksinasi COVID-19 yang ketat di Australia setelah ditinjau oleh dua panel independen sebelum naik ke penerbangannya, tetapi ditolak masuk saat mendarat di Melbourne pada Rabu malam.
Superstar Serbia yang datang ke Australia dengan harapan memenangkan Grand Slam ke-21 di Australia Terbuka, bersembunyi sejak Kamis (6/1) di sebuah hotel Melbourne yang sederhana sejak visanya dibatalkan karena masalah dengan pengecualian medis.