Rasulullah adalah sosok yang membumi. Ia tidak menempatkan diri di menara gading kekuasaan, tetapi hadir di tengah umat, mengangkat beban mereka, dan menjadi pelindung bagi yang lemah.
Korupsi di Indonesia bukan lagi perkara baru. Cara-cara pelaku dalam menyembunyikan kejahatannya pun terus berkembang. Dua bentuk paling umum dalam praktik korupsi ialah pemerasan dan suap, yang kerap dilakukan pejabat publik dengan menyalahgunakan kekuasaan untuk memperkaya diri.
Di tengah ramainya kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik, dua istilah hukum kerap muncul dan membingungkan masyarakat: pemerasan dan suap. Meski sama-sama melibatkan kekuasaan dan uang, keduanya memiliki perbedaan penting dalam perspektif hukum Indonesia.
Penelitian terbaru dari McGill University menunjukkan bahwa postur tubuh alami, yang terbentuk di luar kesadaran dan bukan hasil dari pose sesaat, mencerminkan sikap seseorang terhadap kekuasaan, hierarki sosial ataustruktur sosial, hingga kecenderungan manipulatif.
Kekuasaan selalu bersinggungan dengan realitas politik, gejolak sosial, tekanan ekonomi, dinamika global, dan berbagai tantangan lain yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, kekuasaan bukan sekadar urusan organisasi atau kewenangan.
Kalau soal hukum, kami lihat bagaimana Presiden Prabowo mempraktikkan hukum tidak lagi dijadikan alat kekuasaan dan hukum tidak sekadar tajam ke lawan politik, tetapi benar-benar ditegakkan.
Demokrasi bukan sistem terbaik, tetapi paling tepat untuk membagi kekuasaan di Indonesia. Tanpa nilai Pancasila, demokrasi bisa melahirkan tirani
Demokrasi bukan sistem terbaik, tetapi cara yang paling pas saat ini untuk mengelola kekuasaan. Namun, tanpa landasan Pancasila, demokrasi kita berisiko menyimpang.
Abolisi dan amnesti yang diberikan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa kekuasaan digunakan untuk merangkul, bukan mengucilkan. Untuk menyatukan, bukan memecah belah.
Kekuasaan bisa menjadi anugerah, tapi dalam banyak kisah di Alquran, ia justru menjadi ujian yang menggiring manusia pada kejatuhan. Alquran mencatat sejumlah pemimpin yang terjerumus ke dalam arogansi kekuasaan—merasa tak tersentuh, kebal kritik, bahkan menempatkan diri setara dengan Tuhan.