Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan akan menyambut pemimpin Libanon Saad Hariri dengan penghormatan sebagai perdana menteri.
Politisi dan bankir Lebanon mengaku khawatir, jika Arab Saudi membujuk sekutu Arab-nya yang menjatuhkan blokade ekonomi ke Lebanon seperti yang mereka lakukan dengan Qatar
Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri melalui Twitter miliknya pada Jumat (17/11) mengatakan sedang dalam perjalanan menuju bandara di Arab Saudi
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan bahwa Hizbullah adalah akar permasalahan di Lebanon karena telah membajak sistem Lebanon
Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri diperkirakan akan meninggalkan Arab Saudi menuju Prancis dalam waktu 48 jam, sebelum kembali ke Beirut
Presiden Hassan Rouhani mengatan sangat memalukan bagi sebuah negara Muslim mengemis ke rezim Israel untuk melakukan serangan militer melawan negara Lebanon.
Menarikanya, pihak istana lysee masih menyebut Hariri sebagai perdana menteri Libanon, meski belum memberikan alasan eksplisit untuk undangan Macron
Hariri mengatakan Alasan utama di balik pengunduran dirinya karena Iran dan Hizbullah menguasai negara Lebanon.
Arab Saudi membantah menahan Hariri melawan keinginannya atau menekannya untuk mengundurkan diri.
Politisi senior Iran Ali Akbar Velayati mengatatakan pertemuannya dengan Saad Hariri, hanya menyerukan sebuah mediasi antara Iran dan Arab Saudi yang tegang dalam beberapa tahun terakhir