Amerika Serikat pada Senin kemarin menuntut semua negara importir menghentikan pembelian minyak Iran
Gedung Putih, yang telah terlibat dalam kampanye tekanan maksimum terhadap Teheran sejak Trump berkuasa, telah memberi negara-negara waktu untuk menyapih diri dari minyak Iran, tetapi telah memutuskan bahwa keringanan tidak akan lagi dikeluarkan.
Pasalnya, Iran siap menerima kebijakan terbaru AS mengakhiri keringanan sanksi bagi importir minyak mentah Iran.
Segera setelah sanksi diumumkan, negara-negara tersebut harus segera mengakhiri impor, jika tidak ingin dikenai sanksi tersebut.
Pada 31 Januari, Prancis, Jerman dan Inggris mengumumkan pembuatan INSTEX, mekanusme khusus yang bertujuan memfasilitasi perdagangan yang sah antara operator ekonomi Eropa dan Iran.
Pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh Irak mempertemukan Arab Saudi dan Iran, guna menjembatani hubungan dan berinvestasi di Irak.
Presiden AS Donald Trump pada 8 April menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) sebagai entitas teroris.
Setidaknya 76 orang tewas setelah curah hujan deras yang telah menyebabkan kerusakan sekitar USD 2,5 miliar sejak 19 Maret.
Hassan Rouhani menegaskan bahwa pasukan bersenjata Iran bukan ancaman terhadap negara-negara kawasan.
Juru bicara kepresidenan dan penasihat senior Ibrahim Kalin mengatakan pada konferensi pers dia tidak bisa memastikan bahwa keringanan akan diberikan. Tapi, dia mengatakan Turki telah membuat kasus kuat yang harus diperhatikan.