Suasana kebatinan saya tak menentu membaca dan mendengar berita itu. Ada perasaan sedih, prihatin, marah, campur aduk menjadi satu. Saya tidak terbayang bagaimana bisa seorang anak lupa akan jasa orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan dengan ikhlas.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berhasil mengembangkan dan menerapkan inovasi berbasis informasi Geospasial.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut positif peluncuran Pasar Rakyat Syariah di Pasar Kronong, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk sedini mungkin melakukan pencegahan bencana.
Bagi LaNyalla, kontribusi Kerajaan dan Keraton amat besar bagi berdirinya Republik. Para Raja dan Sultan se-Nusantara dengan jiwa besar merelakan aset mereka untuk dipergunakan oleh bangsa.
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai sistem tata negara di Indonesia, sudah tidak sesuai dengan DNA sejarah lahirnya bangsa.
Penganugerahan ini sudah direstui oleh seluruh keluarga besar Kerajaan. Kami harap menerima amanah ini dengan baik.
Lawang Kuari memiliki nilai historis tinggi, dan berkaitan erat dengan proses pembangunan peradaban di Sekadau. Oleh karena itu, saya meminta agar dirawat dan dilestarikan dengan baik.
Banyak pelaku usaha tidak siap dengan perubahan yang terjadi. Maka kalau mau survive, ada satu prinsip yang harus dijalankan, yaitu adaptasi. Mulai hari ini, semua pengusaha harus mulai memikirkan roadmap adaptasi. Wajib selalu membaca dan mengikuti perkembangan pola bisnis dengan cermat. Harus bisa melihat mana yang hanya sekedar tren singkat, dan mana yang akan menjadi pola baru.
Seperti kita ketahui bersama, UUD negara kita telah mengalami Amandemen 4 Tahap, di tahun 1999 hingga 2002. Termasuk Pasal 33 juga bertambah menjadi 5 ayat yang sebelumnya 3 Ayat. Dengan penambahan 2 ayat hasil Amandemen yang lalu itu sadar atau tidak cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, telah diserahkan kepada pasar. Padahal cita-cita para pendiri bangsa sama sekali bukan itu.