Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai tidak percaya diri untuk maju dalam Munas partai berlambang pohon beringin itu. Hal itu karena Airlangga dianggap gagal sebagai pimpinan partai maupun sebagai menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.
Partai-partai yang meminta dan mematok jatah kursi menteri ibarat belang dan topeng yang kini terbuka
Kegaduhan di internal koalisi pemerintahan Jokowi mulai terjadi pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan penetapan sebagai presiden terpilih periode 2019-2024. Masing-masing parpol koalisi saling memasang target jatah menteri kepada Jokowi.
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai tidak percaya diri maju dalam Musyawarah Nasional (Munas) partai berlambang pohon beringin itu.
KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Caleg Partai NasDem, Farid Al Fauzi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018, Rabu (17/9) kemarin.
Rian Ernest dari PSI dilaporkan politisi Partai Demokrat Taufiqurrahman ke Polda Metro Jaya. Makain ramaikah?
Hasil perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019 menyebabkan tingkat kepuasan publik dan kader terhadap Airlangga Hartarto sebagai pimpinan partai mengalami penurunan.
Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungguli Airlangga Hartarto sebagai calon Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar menjelang musyawarah nasional (Munas) dalam pemilihan pimpinan pusat untuk masa bakti 2019-2024 mendatang.
Setiap Ormas yang bakal menjadi Parpol tentu harus memiliki dana yang cukup besar. Tanpa kekuatan finansial yang besar, Ormas diragukan bisa menjadi partai. Lalu bagaimana dengan GARBI?
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setnov kembali mendekam di Lapas Sukamiskin. Setnov sebelumnya ditempatkan di Rutan Gunung Sindur setelah kepergok plesiran keluar dari Lapas.