Kenaikan harga minyak menyumbang impor pada bulan Juli yang mencapai 41,3%
Peningkatan ekspor dari Juni ke Juli terjadi karena adanya peningkatan terhadap migas sebesar 23,77%
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa PDB sektor pertanian pada triwullan II 2020 tumbuh sebesar 16,2 persen jika dibading kuartal sebelumnya (QoQ).
Wabah pandemi Covid-19 turut memukul kinerja perekonomian nasional pada kuartal II-2020. BPS mencatat angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 sebesar minus 5,32 persen (yoy) atau minus 4,19 persen (qtq).
BPS merilis bahwa Produk Domestik Bruto nasional di triwulan II 2020 mengalami kontraksi hingga minus 5,32%. Hasil itu disebut sebagai dampak dari berbagai variabel perubahan akibat Covid-19 yang melanda seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.
Minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah diprediksi banyak pihak imbas dampak pandemi virus corona atau Covid-19
Deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,09 persen dan terendah di Padang Sidempuan Gunungsitoli, Bogor dan Bekasi sebesar 0,01 persen
Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2020 terhadap Mei 2020 terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$197,2 juta (39,39%)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Struktur Ongkos Usaha Ternak (Sout), sebagian besar kepemilikan sapi potong merupakan usaha dalam skala besar.
Sejak Juli 2019, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 175 bps, termasuk dari hasil RDG BI 17-18 Juni 2020