Pernyataan Pompeo itu disampaikan di tengah ketgangan AS dan Turki atas nasib sekutu Kurdi Suriah Washington dalam perang melawan Islamic State Iraq and Syria (ISIS).
Kunjungan diplomat utama AS ke negara Teluk itu terjadi di tengah perselisihan lebih dari 18 bulan yang mengadu domba Riyadh dan sekutunya.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris mengungkapkan bahwa ratusan warga dari benteng terakhir ISIS di Suriah timur telah dievakuasi.
Pertemuan itu akan fokus pada stabilitas Timur Tengah dan perdamaian dan kebebasan dan keamanan, termasuk elemen penting untuk memastikan Iran tidak melakukan kerusakan di wilayah tersebut.
PBB menarik sekitar 260 staf di wilayah timur laut negara itu untuk mengantisipasi ancaman serangan-serangan.
Mike Pompeo menyampaikan kritik pedas terhadap kebijakan Timur Tengah di bawah mantan presiden Barack Obama. Pompeo bahkan menyalahkan pemerintah Amerika sebelumnya atas perluasan kekuatan Iran di wilayah itu dan kebangkitan ISIS di Irak dan Suriah.
Ghasemi mengatakan pemerintah AS, melalui kedutaan Swiss di Teheran, sudah dikabarkan terkait penangkapan itu pada hari-hari awal insiden.
Amerika Serikat (AS) tidak akan menarik pasukannya dari Suriah, karena harus berpisah dengan pejuang Kurd.
Pompeo menjelaskan, penarikan pasukan AS dari Suriah tidak akan merusak pertempuran melawan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai kelompok ISIS).
Saat jumpa pers di Turki, Bolton tiba-tiba membatalkannya dan meninggalkan Turki tanpa bertemu Erdogan. Sikap itu merupakan penolakan atas pertikaian tentang para pejuang Kurdi.