Zarif mengatakan telah melakukan percakapan telepon dengan rekannya dari China, Wang Yi, menekankan bahwa Teheran berdiri tegak di sebelah Beijing ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia.
Kini Negeri Para Mullah berada di tempat yang tinggi dunia sehubungan dengan pengembangan industri militernya.
Arab Saudi menyalahgunakan haknya sebagai tuan rumah dengan melarang delegasi Iran untuk ikut serta dalam pertemuan darurat OKI, yang bertujuan untuk menolak rencana perdamaian AS untuk Timur Tengah.
Arab Saudi berusaha mencegah Republik Islam Iran untuk mengambil bagian dalam KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah.
Rouhani menekankan, jika Iran melanjutkan jalan yang diikuti oleh Imam Khomeini, mereka akan dapat melewati kondisi paling sulit yang sedang dilalui negara itu.
Virus ini sejauh ini menewaskan 213 orang dan menyebar ke setidaknya 18 negara di seluruh dunia, dengan jumlah kasus virus korona yang dikonfirmasi berdiri di 9.809.
Iran adalah tujuan utama turis Tiongkok yang berkunjung ke Timur Tengah.
Sanksi itu disebut masih kelanjutan dari upaya Paman Sam untuk menekan Teheran setelah Presiden AS, Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral Iran 2015 pada Mei 2018.
Irak bergantung pada Iran untuk perdagangan dan gas alam yang menghasilkan sebanyak 45% dari listriknya, tetapi AS berusaha untuk mengambil Baghdad dari orbit Teheran.
Kedutaan Besar Iran sudah mengadopsi tindakan pencegahan yang diperlukan, termasuk menyediakan paket bantuan kepada para siswa.