Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) mendorong forum Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) yang diselenggarakan di Bali pada Kamis (25/9) lalu, dapat menjadi landasan dalam menyiapkan guru dan siswa yang adaptif terhadap transformasi digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) memastikan layanan pendidikan bermutu hadir hingga pelosok negeri.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Kemdikdasmen) menekankan komitmen pengentasan buta aksara di Indonesia, dengan pelibatan pemangku kepentingan pendidikan, mitra strategis, dan masyarakat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan program Revitalisasi Sekolah bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan maupun sarana dan prasarana di satuan pendidikan.
Sebanyak 540 ribu siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mendaftar di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 jenjang Pendidikan Dasar, yang terdiri dari 344 ribu siswa SD dan 196 siswa SMP.
Pendidikan bermutu diyakini dapat menumbuhkan literasi lintas budaya dan agama, membantu generasi muda melihat perbedaan bukan sebagai ancaman tetapi sebagai anugerah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengatakan bahwa kolaborasi catur pusat pendidikan yang terdiri dari sekolah, orang tua, masyarakat, dan media, berperan penting dalam kesuksesan pendidikan karakter anak.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meninjau progres pelaksanaan program Revitalisasi Sekolah yang dilakukan SMA Negeri 1 Gowa, Sulawesi Selatan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, membeberkan sejumlah tantangan besar yang dihadapi pendidikan karakter di era transformasi teknologi dan media sosial.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa satuan pendidikan vokasi harus meningkat secara kualitas sehingga bisa menghasilkan generasi yang berkualitas.