Rusia menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk "memeras" dunia.
Korea Utara sebagai kekuatan nuklir adalah final dan tidak dapat diubah.
Negara itu menguji jenis senjata serangan bawah air tak berawak berkemampuan nuklir lain yang disebut Haeil-2.
Korea Utara mengkritik latihan tersebut sebagai "pemicu untuk mendorong situasi di semenanjung Korea ke titik ledakan".
Pesawat pembom jarak jauh itu ikut serta dalam latihan udara bersama dengan jet tempur AS dan Korea Selatan di Semenanjung Korea.
Senjata akan dipindahkan ke perbatasan barat negara itu sebagai bagian dari langkah untuk menjamin keamanan.
Kim mengatakan petisi semacam ini bisa menjadi plot politik oleh kantor Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Kim Jong Un memerintahkan produksi bahan senjata dengan "cara berpandangan jauh ke depan" untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya "secara eksponensial" dan menghasilkan senjata yang kuat.
Keamanan di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia tidak dapat dijamin.