Jokowi tampaknya hingga saat ini belum berhasil melakukan konsolidasi kekuasaan. Sebagai Kepala Pemerintahan sekaligus Kepala Negara, dia masih harus berbagi peran dan kekuasaan. Rumor itu selama ini berhembus sangat kuat dan sekarang menjadi mendapat pembenaran.
Sebagai seorang politisi yang telah teruji dan sukses mencapai kekuasaan sebagai Presiden RI, Jokowi bisa menghadapi pertempuran di Jabar dengan strategi yang lebih matang dan hati-hati.
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, dituding oleh adik kandungnya sebagai pemimpin politik yang telah kehilangan kepercayaan dirinya dan menuduh kakaknya sebagai seorang yang menyalahgunakan kekuasaan.
Setelah rezim otoriter jatuh, kekuasaan akan diambil alih oleh para bandit. Tentu saja bandit berdasi yang cerdas dan canggih, yang menyebar di berbagai jabatan penting pemerintahan.
Partai Demokrat mengingatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar tegak lurus memimpin institusi Polri dalam menegakkan hukum di tanah air.
Demokrat menegaskan tak ada tujuan pihaknya menurunkan Jokowi dari tahta kekuasaan.
Pada masa Orba para dai selalu dikontrol oleh kekuasaan.
Aparat kepolisian dinilai telah melakukan abuse of power atau penyelewengan kekuasaan dalam menangani kasus dugaan makar.
Gus Dur mewanti-wanti agar tidak melupakan rakyat ketika kekuasaan sudah diraih.
Presiden Jokowi dituding di balik pencopotan Ade Komaruddin (Akom) sebagai Ketua DPR. Golkar dinilai telah menjadi alat kepentingan kekuasaan.