Iran mengisyaratkan kesediaannya untuk berdiplomasi dengan Amerika Serikat (AS), dalam rangka meredakan perang urat syaraf kedua negara.
Dua kapal perang India yang bertugas mengawal kapal dagang di Teluk Persia, masih tetap bersiaga di kawasan tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama.
Presiden AS, Donald Trump sudah mengobarkan perang ekonomi terhadap penduduk sipil Iran.
Kapal perusak Tipe 45 HMS Duncan sedang dalam perjalanan ke Teluk Persia untuk mengambil alih.
Pyongyang mempertimbangkan kembali komitmennya sendiri untuk menghentikan uji coba senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Resolusi yang diinisiasi oleh Islandia ini telah diadopsi oleh Dewan HAM PBB pada Kamis dengan 18 negara mendukung, 14 menentang, dan 15 abstain.
Ini menyebabkan Inggris mengajukan rencana untuk mengirim kapal perang kedua ke Teluk untuk mencegah campur tangan Iran lebih lanjut.
Nasrallah juga membeberkan sudah mengurangi jumlah pejuang gerakannya yang mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Suriah yang berdekatan yang dilanda perang.
Hassan Nasrallah meyakini Israel tidak akan bertindak netral, jika perang antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar terjadi.
Penasihat senior pertahanan Inggris untuk Timur Tengah mengatakan prioritasnya adalah menemukan solusi diplomatik untuk krisis yang sedang berlangsung.