Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah agar mengkaji kembali rencana untuk melakukan impor beras disaat para petani di Indonesia akan melakukan panen raya tahun ini.
Panen Maret dan April ini harus segera diserap, sebab kalau tidak petani dan penggilingan akan jadi korban karena mereka tidak punya outlet.
Pemerintah harus terbuka dan melibatkan secara aktif organisasi petani serta pemangku kepentingan pertanian Indonesia dalam permusan kebijkan pangan.
Stok beras saat ini di gudang Bolog masih aman apalagi menjelang panen raya yang jatuh pada ahkhir Maret hingga April tahun 2021.
Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor.
Impor beras untuk memperkuat cadangan beras nasional sulit diterima. Pasalanya, dalam 2-3 minggu ke depan akan terjadi panen raya.
Didukung dengan inovasi dan mekanisasi, maka petani akan menguasai pertanian dari hulu ke hilir sebagai bisnis bukan sekadar bertani.
Total luasan panen pada tahun 2020 mencapai 10,66 juta hektar dengan total produksi padi mencapai 54,65 juta ton (gabah kering giling).
Kalau impor beras sekarang ini dilakukan maka tentu saja akan menghancurkan harga di tingkat petani.
Pemerintah akan melakukan dua kebijakan demi menjaga ketersediaan beras dalam negeri. Langkah ini diambil terutama setelah ada program bantuan sosial (bansos) beras PPKM, antisipasi dampak banjir dan pandemi COVID-19.