White Helmets, mengatakan rezim Assad yang melakukan serangan di kawasan Douma, Ghouta Timur itu, yang menurut mereka membunuh 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.
SNHR dalam laporannya menyatakan bahwa rezim telah melakukan 214 serangan kimia di Suriah sejak awal perang sipil pada tahun 2011.
Serangan kimia di distrik Douma di Ghouta Timur pada Sabtu (7/4) sekali lagi membuktikan bahwa ia masih belum berhenti menggunakan senjata kimia.
Abu Jaafar mengaku serangan gas kimia telah membuatnya nyaris tewas, sebab tak bisa bernapas.
Prancis menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan penggunaan senjata kimia di distrik Duma, Ghouta Timur
Pemerintah Assad dan Rusia sama-sama membantah penggunaan senjata kimia sebagai "fabrikasi".
Rumah bagi sekitar 400.000 orang, Ghouta Timur menjadi target pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.
Kelompok hak asasi Palestina menyebut senjata terlarang yang dilaporkan termasuk peluru peledak
Kimia rumah tangga yang dimaksud meliputi alat-alat kosmetik, furnitur, dan plastik.
Menurut laprang New York Times, teknisi rudal Korea Utara juga terlihat bekerja di pabrik senjata kimia dan rudal yang dikenal di Suriah.