Didampingi ajudannya Sayed Zulfikar Bukhari dan Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi, Khan tiba di Bandara Mehrabad Teheran pada Minggu (13/10).
Demikian pernyataan juru bicara pemerintah Iran Iran, Ali Rabiei, pada Senin (30/9) di tengah ketegangan Teheran dan Riyadh pasca penyerangan kilang minyak Saudi awal bulan ini.
Tindakan itu, yang disebut tidak manusiawi Zarif, adalah bagian dari daftar tindakan yang diadopsi oleh pemerintahan Trump dalam upaya memaksakan tekanan maksimum pada Teheran.
Trump kembali melontarkan tudingan yang tidak berdasar terhadap program nuklir dan rudal balistik sipil Iran, serta dukungan Teheran bagi orang-orang di negara-negara yang dilanda perang Suriah dan Yaman.
Trump sudah berjanji menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran setelah serangan itu. Para pejabat AS menyebut Iran di balik serangan rudal dan drone itu, meskipun Teheran membantah terlibat.
Washington akan menjatuhkan sanksi lebih banyak pada Teheran.
Teheran dalang serangan dua tanker minyak di Teluk Persia dan Laut Oman pada Mei dan Juni.
AS harus mempertimbangkan untuk membom kilang minyak Iran, jika Teheran terus meningkatkan pengayaan nuklirnya ke tingkat yang lebih tinggi.
Amerika Serikat (AS) tegaskan tidak akan melonggarkan sanksi terhadap Iran di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran.
Iran menegaskan bahwa Eropa harus memberikannya dukungan ekonomi tambahan jika ingin menyelamatkan kesepakatan, setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri pada Mei 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.