Stoltenberg menyebut kematian pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi adalah "tonggak sejarah" dalam perang melawan kelompok ekstremis.
Stoltenberg menekankan bahwa penasihat NATO akan membantu Ukraina untuk menerapkan prinsip-prinsip Euro-Atlantik dan praktik terbaik untuk memperkuat supremasi hukum
Turki mitra dagang besar AS dan anggota penting NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).
NATO juga menyalahkan Rusia atas runtuhnya perjanjian itu dan berjanji untuk menanggapinya dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab atas penyebaran rudal jelajah Moskow.
Jumlah warga sipil yang tewas di Afganistan pada paruh pertama 2019, lebih banyak disebabkan oleh NATO dibandingkan militer Taliban dan gerilyawan lainnya
Pemimpin Turki itu sebelumnya mengatakan tidak percaya Washington akan menjatuhkan sanksi karena kedua negara adalah sekutu strategis NATO.
Sanksi Amerika Serikat (AS) akan diberlakukan di negara itu saat baterai rudal tiba di sekutu NATO Turki.
Para pejabat militer Rusia membantah jajaran rudal SSC-8 melanggar perjanjian itu.
Teheran juga sudah berkali-kali menegaskan bahwa Negeri Para Mullah tidak mencari perang dengan AS, namun siap membela kepentingannya di kawasan Timur Tengah.
Diperlukan enam bulan untuk menarik diri dari perjanjian, yang berarti itu masih berlaku sampai awal Agustus.