Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mempertanyakan kinerja Kementan yang mencoba keluar fokus dari tujuan utamanya yakni membangun ketahanan pangan melalui produksi pertanian.
Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk berhati-hati terkait kalung anti virus Corona. Kementan harus menunjukkan basis riset kalung anti Corona tersebut.
Inovasi antivirus berbasis eucalyptus ini dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan eucalyptus dalam mencegah COVID-19.
Saya mendukung penuh dan mengapresiasi inisiatif Kementerian Pertanian yang telah sampai pada produk antivirus Corona.
Pemanfaatan rawa di kalimantan merupakan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk menjamin produksi pangan khususnya beras.
Langkah ini adalah sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menyikapi pandemi COVID-19 yang tengah mewabah.
Di era Pertanian 4.0, petani diharapkan mampu mengadopsi serta menerapkan pertanian yang tangguh serta berdaya saing, hal ini sering disebut juga pertanian milenial.
Riset dan penelitian juga menentukan bagus tidaknya sebuah benih dan bibit yang akan ditanam secara luas.
Food estate akan fokus di 165 ribu hektare di eks pengolahan lahan gambut (PLG) di antara sungai Kapuas dan Barito.
Masbar selaku petani pemilik lahan menjelaskan bahwa produksi jagung yang diperoleh musim tanam ini jauh lebih baik dari musim sebelumnya.