Menurut Syarief Hasan, mengendapnya dana daerah adalah sisi gelap penganggaran pemerintah.
Dalam Hasil Review atas Kesinambungan Fiskal, BPK RI menyebutkan terjadi tren penambahan utang Indonesia dan biaya bunga yang melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga berbahaya bagi kondisi fiskal nasional.
Jika komoditas ini harga naik, maka harga barang-barang lainnya juga akan naik sebagai efek inflasi.
Menurut Syarief Hasan, klaim dukungan penundaan Pemilu 2024 tersebut harus dibuka kepada masyarakat.
Apa yang dilakukan pemerintah selama krisis minyak goreng ini tidak berdampak apa-apa terhadap stok dan harga yang wajar.
Syarief Hasan mengatakan, selama ini seluruh elemen bangsa Indonesia sedang fokus menghadapi pandemi Covid-19 sehingga kurang mewaspadai wabah penyakit lainnya.
Jika pada saat ini harga-harga telah meroket, tentu harganya akan semakin tidak terjangkau pada saat momentum lebaran nanti.
Perpanjangan masa jabatan Presiden melalui penundaan Pemilu 2024 maka ini berpotensi menuju pada kekuasaan yang absolut dan merusak.
Syarief Hasan menilai, kebijakan menaikkan harga BBM tersebut kurang tepat dilakukan secara terburu-buru.
Kedaulatan negara adalah hal yang strategis dan sensitif.